Selasa, 11 Januari 2011

Hemofili?

Hidup kita hanya allah lah yang tau, kita hanya bisa berencana berusaha mengerjakan mengobati dan lainnya, tapi yang menentukan semua yang kita udah rencanakan akan seperti apa itu hanya allah.
Ketika berbagai dokter sudah dikunjungi, banyak obat sudah ditebus dan di minum. Mulai dari dokter ahli penyakit dalam, dokter bedah, dokter spesialis hematologi, sampe ke professor patologi di RSCM pun sudah dikunjungi namun ternyata belum ketahuan apa sebenernya penyakit yang aku derita,.
Awal mula aku mengenali gangguan darah ini adalah ketika dulu saat SMP kelas 1, saat aku mau di operasi usus buntu aku di suruh cek darah dulu. Saat di cek darah, ternyata aku mengalami gangguan pembekuan darah, darah ku sukar membeku. APTT nya memanjang lebih dari batas normal.
Aku seperti bola yang dilempar kesana sini, ke cempaka putih, RSCM, warung buncit, depok, blaa blaa blaa.. aku ngikut aja karena yang ada dipikiran aku saat itu adalah yang penting aku sembuh. Darah ku juga kaya barang obralan yang gampang gitu aja di ambil,. Tangan ku sudah pasrah mendapat jarum suntikan terus.
Dokter Catur, dokter yang akan mengoperasi ku bilang ini harus dituntaskan. jika tidak, dokter tidak mau mengambil resiko pendarhan saat operasi usus buntu nanti. Makanya aku di opar-oper ke dokter-dokter yang lain.
Dokter Djayadiman Gatot yang di Cempaka Putih bilang kalo aku ada kemungkinan mengidap hemofili, tapi hemofili juga tidak diderita oleh perempuan,.. pernah dokter itu mendiagnosis kanker darah, tp Alhamdulillah bukaan.. dokter gatot pun melempar aku ke RSCM
Aku di rujuk ke Professor Patologi, dokter nya muda dan cantik, namun saying dia non-islam, cina. Dia pun yan professor bingung aku ini mengidap apa, karena jarang sekali ada orang yang mengalami kejadian seperti ini, bisa dibilang belum pernah..
Saat sudah 2 bulan berjalan aku dilempar sana-sini, ambil darah sudah lebih dari 10 kali, akhirnya aku dikembalikan lagi ke dokter catur. Dokter catur pun hanya bisa me-warning saja,. Semoga saat operasi tidak terjadi apa-apa. Dan Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar.
Sudah 5 tahun aku melupakan kejadian itu, dan beranggapan kalo penyakit itu biasa saja.. namun, saat kemarin setelah di obname karena penyakit thyfus, dokter arief, dokter spesialis penyakit dalam mengecek ulang yang pernah terjadi terjadi 5 tahun lalu.

Dan mungkin kah aku akan mengalaminya lagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar