Rabu, 16 Maret 2011

pengorbanan kah?

sudah berjalan seminggu umi dan abi umroh. kangen banget deeh ya rasanyaaa.. tak terasa sebentar lagi merekapun pulang.
di rumah aku pun sebagai kaka tertua semuanya menjadi tanggung jawab ku, meskipun ada kedua nenek dirumah, tetap kehadiran mereka hanyalah menjaga, bukan untuk bertanggung jawab dengan semua kondisi yang terjadi di rumah selama ga ada orang tua ku.saat ini aku sedang UTS, fari pun juga sedang UTS.
saat aku membutuhkan konsentrasi untuk belajar, aku pun dipusingkan dengan berbagai urusan rumah seperti tsania entah kemana dan membimbing fari belajar untuk uts nya. jujur ini kali pertama nya aku ditinggal orang tua selama dan sejauh ini setelah aku lulus SD.
hari pertama UTS mungkin masih ngerasa pusing banget ngurus rumah, pagi-pagi siapin buku fari, siapin seragam. hari kedua berjalan aku dibuat gembira dengan nilai-nilai fari yang sudah keluar, dan hasilnya pun success, excellent! itu membuat aku senang. namun sorenya aku di kejutkan dengan kondisi fahmi yang tiba-tiba saja badannya panas, aku berniat bawa dia ke dokter, namun kala itu aku harus belajar. aku putus kan besok sekolah pulang sekolah setelah ujian. hari berikutnya aku mengantar fahmi ke dokter.
mungkin hanya aku di sekolah yang merasakan seperti ini, teman-teman yang tau kondisi ku seminggu ini merasa salut dan aku rasa memang benar ga ada yang merasakan seperti apa yang aku rasakan. terutama menggantikan posisi seorang ibu yang begitu banyak bekerja keras.
jujur mungkin aku merasa ini sebuah ujian banget, "ketika kerelaan dan pengorbanan sangat dibutuhkan. kemanjaan dan kekanak-kanakkan yang harus diperhatikan. dan ketika berujung pada suatu yang dipertaruhkan." namun aku yakin ini adalah "birru wa lidain" seperti apa yang di katakan oleh bu Uyun, guru bimbingan konsultasi di sekolah tempat aku menuntut ilmu.


Jadi,
"JANGAN PERNAH KAMU BERFIKIR IBU HANYA BISA DIEM DI RUMAH, KOMENTAR INI ITU, MASAK, YOGA, DLL. TAPI FIKIRKAN LAH KETIKA NANTI SUATU SAAT KITA MENJADI SEORANG IBU,. AKU YAKIN KALIAN MENYESAL PERNAH BERFIKIR SEPERTI ITU KARENA BERAT SEKALI TUGAS SEORANG IBU TANPA KITA SADARI"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar